Notice: Undefined index: lang in /var/www/html/winproperties.co.id/index.php on line 19
Win Properties
03 February 2015
Suku Bunga Naik Berpengaruh di Sektor Properti
BOGOR - Tingkat kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) acuan dari 7 persen menjadi 7,25 persen tersebut diprediksi akan menghambat sektor riil yang identik dengan investasi, seperti pada bidang properti. Bogor pun ikut terkena imbas karena pertumbuhan properti di daerah ini dipandang cukup pesat.

Hal ini diamini oleh Muhammad Findi selaku ekonom dan pengamat kebijakan publik dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dikarenakan kenaikan suku bunga acuan tersebut dapat memicu para investor untuk meninggalkan sektor riil.

"Jika sudah begini, ada kecenderungan sektor riil akan tertekan dan pengangguran bisa bertambah. Sebab pemilik modal lebih tertarik memainkan uangnya di bank, daripada memutarkan dalam sektor produktif riil," jelas Findi.

Seperti harga rumah misalnya. Bahkan tahun 2015 diprediksi akan menjadi titik terendah pasar properti di Indonesia. Pertumbuhannya di tahun 2015 diprediksi mencapai 10 persen hingga 15 persen.

Berkenaan dengan hal itu, beberapa kalangan memang telah memprediksi bahwa pertumbuhan bisnis properti pada tahun 2015 akan mengalami perlambatan. Namun para pengembang tampaknya juga telah memiliki strategi masing - masing dalam menghadapi kemungkinan melemahnya pasar properti.

Amrit Lakhiani selaku salah satu CEO Win Properties menyatakan, mereka tetap akan berusaha fokus terhadap market-nya di Jabodetabek. Karena untuk saat ini WinDel Rio Townhouse, banyak memasarkan produk landed house di kawasan Bogor.

Agar dapat mendongkrak angka penjualan properti, maka para pengembang harus mampu memberikan reward pada calon pembeli. Baik itu berupa perpanjangan termin pembayaran, subsidi down payment, ataupun subsidi bunga untuk transaksi dengan cara pembayaran melalui sistem KPR.

"Memang saat ini diperlukan reward kemudahan pembayaran untuk memasarkan properti di kelas menengah," kata dia pada acara launching website Win Properties di Jakarta.

Karena itu walau kenaikan harga properti terjadi di tahun 2015, namun diyakini tidak akan melemahkan daya beli masyarakat. Karena kenaikan harga BBM akan tetap diimbangi dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap properti baik untuk hunian maupun investasi.